Lomba Rebana Se-Agam Bagian Timur Meriahkan Peringatan Perang Kamang ke-118 dan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448H
Bagikan Berita

Kamang Tangah Anam Suku, 16 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Perang Kamang ke-118 sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, panitia peringatan menggelar Lomba Rebana Se-Agam Bagian Timur pada Selasa (16/6). Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan sejarah dan keagamaan yang diselenggarakan di Kamang Tangah Anam Suku.
Lomba rebana diikuti oleh 18 grup rebana yang berasal dari berbagai nagari di wilayah Agam bagian timur. Masing-masing grup menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam membawakan lagu-lagu bernuansa islami dengan iringan alat musik rebana yang harmonis, menciptakan suasana religius sekaligus menghibur masyarakat yang hadir.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya melestarikan seni budaya Islam serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Selain itu, lomba rebana juga menjadi sarana untuk menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram dan mengenang semangat perjuangan para pahlawan dalam Perang Kamang yang menjadi bagian penting dari sejarah Kabupaten Agam.
Para peserta dinilai berdasarkan beberapa aspek, seperti kualitas vokal, instrumen, serta penampilan secara keseluruhan. Dewan juri yang terdiri dari praktisi seni dan tokoh agama memberikan penilaian secara objektif guna menentukan peserta terbaik.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ratusan warga memadati lokasi acara untuk menyaksikan penampilan para peserta dan memberikan dukungan kepada grup rebana yang tampil. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan semakin terasa dalam momentum peringatan Perang Kamang ke-118 dan Tahun Baru Islam tersebut.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terus melestarikan seni budaya islami, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meneladani semangat perjuangan dan persatuan yang diwariskan oleh para pahlawan Perang Kamang. Dengan demikian, nilai-nilai sejarah dan keagamaan dapat terus hidup dan berkembang di tengah kehidupan masyarakat.
Foto Dokumentasi
















