Keluarga Jadi Simpul Utama Pencegahan Narkoba di Nagari
Bagikan Berita

Maraknya peredaran narkoba belakangan ini di kalangan anak muda, keluarga diminta menjadi garda utama pencehagan penyalahgunaan narkoba bagi anak muda di sekitarnya. Penyuluh Narkoba dari BNK Payakumbuh Denni Ashar saat hadir menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Nagari Kamang Tangah Anam Suku pada Kamis (12/06/2025) mengatakan baik pengguna maupun pengedar akan susah keluar dari lingkungan narkoba ini.
"Ketahanan keluarga menjadi bagian penting agar anak tidak terjerumus dari narkoba dan mengeluarkan anak dari dunia narkoba. Ibu-ibu sudah harus waspada ketika di kamar anak ditemukan banyak botol minum, sedotan atau jika anak terlihat aktif dari biasanya, biasanya tidak mau ikut membantu ke sawah dan sekarang ikut, itu harus jadi perhatian," terang Denni.
Ia mengatakan, ketika anak terlihat dari lebih aktif dari biasanya dan ditemukan banyak botol minum di kamar, artinya ada kebutuhan lain dari diri anak.
"Karena ia butuh uang untuk membeli narkoba. Ia mau melakukan pekerjaan apa saja, agar dapat uang. Sekarang dengan uang 20 ribu, 100 ribu, narkoba sudah bsia didapat. Jadi kita harus waspada," ucap Denni.
Ia juga mengatakan, Wilayah Kecamatan Kamang Magek dalam kacamata BNN adalah daerah dengan zona kuning yang artinya dalam keadaan waspada terhadap peredaran narkoba. Tidak hanya itu, Nagari Kamang Tangah Anam Suku termasuk dalam jalur lalu lintas peredaran narkoba.
Sementara itu, Plh Kabagbinopsnal Ditresnarkoba Polda Sumbar Kompol Hidup Mulia, S.H. M.H mengatakan peredaran narkoba ini sudah sangat pesat.
"Sudah lebih dari 1.000 penangkapan yang dilakukan Polda untuk masalah narkoba ini. Bahkan angka kematian akibat narkoba ini mencapai 50 sampai dengan 60 orang per hari," ucapnya saat memberikan materi dihadapan pemuda, orang tua dan tokoh masyarakat Nagari Kamang Tangah Anam Suku.
Ia menyebutkan, kawasan Asia Tenggara merupakan surga bagi jaringan sindikat narkoba. Peredaran narkoba tidak mengenal usia, status dan profesi maupun jenis kelamin.
"Karena maraknya peredaran narkoba ini, kami himbau Bapak/Ibu untuk langsung menghubungi kami jika terlihat gerak gerik yang aneh dari anak-anak kita," ucap Kompol Hidup Mulia.
Foto Dokumentasi














